Sejarah PB Tangkas Intiland

Sejarah PB Tangkas Intiland lebih tua dibanding organisasi bulutangkis nasional PBSI yang didirikan pada bulan Mei 1951.

PB Tangkas didirikan R.D. Saputra, Soewardjo, Said dan Kosasih dan beberapa nama lain. Mereka pada tanggal 21 Pebruari 1951 bersepakat mendirikan sebuah perkumpulan bulutangkis, kendati mereka hanya memiliki sebuah lapangan terbuka sederhana di jalan Barito I no. 9 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lapangan itu milik Soewardjo, salah seorang pengurus PB. Tangkas.

Seperti klub lain, pada awal pendirian Tangkas, pemain-pemain yang bernaung hanya memanfaatkan olahraga bulutangkis untuk bersenang-senang atau sekedar mencari keringat. Konon, semangat itu dilandasi nama Tangkas yang merupakan akronim dari Tujuan Anggota Kita Adalah Sport.

Perlahan namun pasti , lewat pembinaan tanpa pamrih, baru pada tahun 1961 pemain-pemain binaan Tangkas mulai ikut kompetisi antar klub di Jakarta. Ini merupakan langkah maju, maklum pada awalnya tujuan pembinaan adalah bagaimana agar para pemain bisa berlatih teratur dan cukup mengadakan pertandingan persahabatan dengan klub lain di Jakarta.

Akan tetapi, ditengah semangat tersebut, pada tahun 1961, kesehatan R.D. Saputra mulai menurun, diapun mengumpulkan sejumlah pengurus dan menyebut ingin membubarkan klub tersebut. Pernyataan itu tentu saja mengejutkan, terutama bagi pemain yang sudah terlanjur mencintai olahraga tepok bulu. Merekapun sepakat untuk mengangkat Justian Suhandinata untuk mengambil alih tongkat estafet kepengurusan Tangkas, diusia Justian yang saat itu baru menjelang 15 tahun.

Tempat latihan pun akhirnya juga berpindah kerumah keluarga Suharso Suhandinata di kawasan Jl. Bulungan I/10-11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bahkan Suharso diangkat menjadi Ketua, sementara Justian sebagai sekretaris. Pada tahun 1964 Tangkas pun kemudian menyewa Hall C di Komplek Senayan sampai tahun 1986.

PB Tangkas disponsori oleh Yayasan Bimantara tahun 1986 s/d 1999, disponsori oleh PT. ISM Bogasari Flour Mill tahun 2001 s/d 2005, disponsori oleh Alfamart tahun 2008 s/d 2012, disponsori oleh Specs dari tahun 2012 s/d 2013. Kontrak dengan Specs seharusnya berlangsung 3 tahun sampai dengan tahun 2015 namun karena situasi bisnis di Group Specs kurang menununjang, Specs mengundurkan diri sebagai sponsor utama per 31 Desember 2013. Pada tahun 2017 Yayasan Intiland berkenan untuk menjadi sponsor PB Tangkas, sehingga nama klub menjadi PB Tangkas Intiland.

Harus diakui, mengacu pada usianya PB TangkasIntiland merupakan klub tertua yang sampai saat ini masih aktif di Indonesia. Apabila dilihat dari catatan prestasi yang pernah ditorehkan pemain-pemainnya, PB Tangkas Intiland layak disebut sebagai salah satu klub berprestasi di Dunia. Sejak berdiri pada tanggal 21 Pebruari 1951 hingga kini, PB Tangkas sudah mencetak 10 (sepuluh) gelar Juara Dunia dan merebut 4 (empat) medali Olimpiade.

Gelar-gelar tersebut disumbangkan oleh para pemain PB Tangkas Intiland yaitu : Ade Chandra yang berpasangan dengan Christian Hadinata dan Verawati Fadjrin juara dunia pada tahun 1980 di Jakarta, Icuk Sugiarto (1983/Copenhagen), Joko Suprianto (1993/Birmingham), Ricky Soebagdja bersama Gunawan (1993/Birmingham), Ricky Soebagja/Rexy Mainaky (1995/Lausanne), Hendrawan (2001/Sevilla) dan Nova Widianto/Liliyana Natsir yang merebut gelar juara dunia dua kali (2005/Anheim, California ,AS) dan (2007/Bukit Jalil, Malaysia) dan Liliyana yang berpasangan dengan Tantowi Ahmad (2013) di Guangzhou.

Para juara peraih medali di limpiade adalah : Hermawan Susanto, merebut medali perunggu di Olimpiade Barcelona 1992, Ricky Subagdja/Rexy Mainaky merebut medali emas Olimpiade Atlanta 1996, Hendrawan merebut medali perak pada Olimpiade Sydney 2000. Nova Widianto/Liliyana Natsir berhasil merebut medali perak di Olimpiade Beijing 2008.

Pemain PB Tangkas Intiland sejak tahun 1967 sampai saat ini, sudah tidak terhitung menjuarai turnamen tingkat nasional(kejurnas/PON), regional (Asean/Sea Games), Continental (Asian Games), Internasional (All England, kejuaraan terbuka di seluruh dunia, World Champion, Olimpiade) . Sejak tahun 1967 sampai sekarang PB Tangkas Intiland selalu menempatkan wakilnya didalam Tim Nasional/Tim Inti Thomas Cup, Uber Cup, Sudirman Cup dan Kejuaraan Dunia Junior.

Nama-nama pemain andal yang kemudian ikut mengharumkan Indonesia : Ade Chandra, Alex Taufik, Bambang Cahyadi, Regina Masli, Tati Sumirah, Poppy Tumengkol (istri Justian Suhandinata), Enny Handayani, Juniarto Suhandinata, Mintarya, Verawati Fadjrin, Yanti Kusmiati, Dhani Sartika dan lain-lain. Kemudian menyusul nama pemain dari generasi berikutnya Kurniahu, Hendri Saputra, Elisabeth Latief, Serian Wijatno, Lius Pongoh, Icuk Sugiarto, Richard Mainaky, Joko Suprianto, Rexy Mainaky, Ricky Subagdja, Hendrawan, Marleve Mainaky, Riony Mainaky, Hermawan Susanto, Eliza Nathanael, Ratih Komaladewi, Erma Sulistianingsih, Merri Herlim, Kho Mei Hwa, Sarwendah Kusumawardani, Meiluawati, Thomas Indratjaja, Mira Sundari Lenny Permana, Cynthia Tuankotta, Upi Chrisnasari, Enny Widowati, Mona Santoso, Ardiansyah, Wimpie Mahardi, Yuan Kartika , Devin Lahardi, Alamsyah Yunus, Indra Bagus, Vita Marissa, Natalia Poluakan, Jo Novita, Simon Santoso, dan lain-lain.

Kini, sejumlah pemain PB Tangkas Intiland menghuni Pelatnas Cipayung., bisa disebut seperti Marcus Fernaldi Gideon, Wahyu Nayaka Aryapangkaryanira, Jonatan Christie, Winny Oktavina Kandow, Zachariah Josiahno Sumanti, Vicky Angga Saputra dan Christian Adinata.